Papan Nama

Cerita Lucu Mukidi 19

Tidak semua turis yang datang ke Indonesia bisa berbahasa Indonesia. Mereka mengandalkan bahasa Inggris sebagai bahasa yang paling banyak digunakan orang di dunia. Mungkin, mereka mengira banyak orang Indonesia memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Padahal tidak demikian. Termasuk kejadian yang dialami oleh turis yang hendak mencari penyedia servis jam tangan.

Si turis berusaha bertanya kepada beberapa orang yang ia temui. Ternyata, mereka tidak memahami bahasa Inggris. Maklum, si turis sedang mengunjungi kota kecil. Si turis pun bingung karena ia sangat membutuhkan jam tangannya itu.

Seperti kita tahu bahwa mayoritas orang asing, terutama yang berasal dari Eropa ataupun AS dan Kanada juga Jepang dan beberapa negara di Asia Timur lainnya sangat menghargai waktu dan melakukan apapun secara tepat waktu.

Hal ini juga yang dialami si turis. Ia ingin segera mereparasi jam tangannya. Ia pun berkeliling di kota kecil itu sampai ia dapat menemukan tukang servis jam tangan. Ia pun kelelahan dan berusaha duduk di suatu tempat yang nyaman. Ternyata, ia kebetulan mampir di kampung si Mukidi. Secara sekilas, ia melihat gambar jam di depan rumah Mukidi.

Tentu saja, ia pun girang. Ia lega akhirnya menemukan tukang servis jam. Ia pun segera menghampiri rumah Mukidi. Ia mengetuk pintu berkali-kali sambil mengucapkan ‘permisi’ dalam bahsa Inggris.

Tentu saja, si Mukidi cukup kebingungan karena ada suara asing di depan rumahnya. Lebih bingung lagi ketika melihat seorang bule ada di depan rumahnya. Mukidi mengira bahwa si bule ini pasti nyasar karena ia sendiri tidak pernah memiliki pelanggan seorang asing, apalagi bule.

Mukidi berusaha ramah karena ia senang akhirnya mendapatkan pelanggan. Apalagi seorang bule. Ia pun bertanya apa keperluan si ‘mister’ ini.

Si turis itu bertanya dengan sedikit berisyarat, “Saya ingin servis jam tangan saya.”

Mukidi pun bingung dan menjawab, “Saya tidak menyediakan jasa servis jam tangan.”

Si bule kebingungan karena ia melihat gambar jam di depan rumah Mukidi. Ia pun bertanya apa usaha Mukidi hingga memasang gambar jam di depan rumah.

“Saya tukang sunat, mister,” kata Mukidi yang direspon dengan heran oleh si bule.

“Kalau Anda tukang sunat, mengapa di luar dipasang gambar jam?” tanya si mister lagi

“Lalu saya harus memasang gambar apa???”