Instruksi Majikan

Cerita Lucu Mukidi 26

Mukidi yang sedang ke luar kota ingin mengetahui kabar istrinya. Ia pun berusaha menelepon rumahnya. Ternyata si Inem yang menjawab.

“Halo, ini Inem ya. Apa ibu ada?” tanya Mukidi.

“Iya pak, ibu lagi tidur,” jawab Inem.

“Lo, jam segini sudah tidur?” tanya Mukidi penasaran.

“Ya pak, soalnya sama bapak,” jawab si Inem polos.

Mukidi tentu saja marah besar. Ia mengingatkan si Inem. “Begini ya Inem, ini saya bapak. Yang di kamar sama ibu itu pasti pacarnya. Begini saja, kamu harus menuruti kata saya. Kamu sekarang juga ke kantor saya dan ambil pistol di laci.”

Karena takut dipecat, tentu saja Inem langsung menuruti apa kata tuannya.  Ia pun mengambil pistol. Inem kembali mengambil gagang telepon dan melaporkan hal ini kepada Mukidi.  Mukidi pun melanjutkan instruksi.

“Baiklah, sekarang kamu harus menembak kedua orang yang ada di kamar,” kata Mukidi. Tentu saja, Inem tidak langsung menyanggupinya. Tapi Mukidi memaksa dan akan memberikan uang sebesar lima juta rupiah jika ia mau melakukannya. Inem yang sempat ragu-ragu pun akhirnya tergiur dengan tawaran tersebut. Ia pun segera menembak kedua orang ini.  Ia mengendap-endap masuk ke kamar tuannya dan menembak kedua orang yang ada di kamar tersebut.

“Sudah pak,” kata Inem dengan setengah ketakutan. Mukidi pun tersenyum lega. Kemudian, ia melanjutkan instruksi berikutnya.

“Nah, bungkus kedua orang itu dengan seprei dan seret hingga ke kolam renang di belakang,” kata Mukidi. Inem pun bingung sambil menjawab, “Tidak ada kolam renang di rumah ini pak.”

Mukidi cukup kesal. Bagaimana mungkin asisten rumah tangganya tidak tahu bahwa ada kolam renang di rumahnya.

“Bagaimana kamu ini? Meskipun kamu orang baru ya tidak mungkin kamu tidak tahu ada kolam renang disitu,” kata Mukidi.

Inem bersikeras, “Iya pak, ini rumah tipe 45 kok.”

Mukidi masih ngotot, “Nomor telepon rumah ini 5732375 kan?”

Inem kembali menjawab, “Bukan pak. Ini 8732375”

“Oh rupanya salah sambung,” tutup Mukidi dengan panik.