Bangkit dari Kematian

Cerita Lucu Abu Nawas 11

Setelah sampai di istana, Raja mengutus para pengawal untuk menangkap Abu Nawas. Namun karena Abu Nawas mengetahui bahwa ia akan ditangkap, Abu Nawas memutuskan bersembunyi sampai para prajurit pulang dari rumahnya.

Istri Abu Nawas bertanya bagaimana bisa ia baru saja diburu oleh pengawal kerajaan? Dengan santainya Abu Nawas menjawab “karena telah menjual Raja sebagai Budak”. Mendengar hal itu, istrinya langsung kaget. Abu Nawas menjelaskan maksudnya menjual Baginda agar beliau tahu bahwa di negeri yang ia pimpin masih dilakukan jual beli budak.

Istri Abu Nawas memberikan pendapat bahwa “maksud dari suaminya sudah baik. Namun baginda tetap murka atas perbuatan suaminya”. Istri Abu Nawas begitu sedih karena mengira bahwa suaminya akan di hukum berat oleh baginda Raja.

Tidak berselang lama setelah menenangkan istrinya, Abu Nawas bergegas mengambil air wudhu untuk mendirikan shalat 2 rakaat. Setelah selesai shalat, Abu Nawas berpesan kepada istrinya apa yang harus dikatakan bila Raja datang.

Tidak berselang lama Abu Nawas meninggal dunia. Meninggalnya Abu Nawas sampai ketelinga Raja. Mendengar hal itu, Raja langsung bergegas ke rumah Abu Nawas. Untuk melihat langsung jenazah Abu Nawas.

Setelah jenazah Abu Nawas diperiksa tabib, ia mengatakan bahwa benar adanya Abu Nawas telah wafat beberapa jam lalu. Hal itu membuat Raja sangat sedih. Raja pun mendekati istri Abu Nawas dan bertanya “apakah ada pesan terakhir Abu Nawas?” istri Abu Nawas mengatakan “ada Baginda”.

“Katakanlah” ucap Baginda Raja. “Suami hamba memohon sudikah kiranya Baginda Raja mengampuni semua kesalahannya di dunia dan di akhirat didepan penduduk”. Tanpa berpikir panjang Raja pun memenuhi keingingan terakhir Abu Nawas. Raja pun meminta rakyatnya untuk berkumpul di tanah lapang dan menyatakan bahwa “Raja sudah mengampuni semua kesalahan Abu Nawas baik didunia maupun akhirat”.

“Syukurlah” teriak suara dalam keranda. Abu Nawas bangun dengan suka cita karena kesalahannya telah dimaafkan Raja disaksikan rakyatnya sendiri. Rakyat yang menyaksikan kebangkitan Abu Nawas dari kematian lari tunggang langgang, sedangkan Abu Nawas berjalan kearah Raja sambil berucap ‘Terimakasih Rajaku, karena sudah memaafkan semua kesalahanku”.