Bola Golf

Cerita Lucu Mukidi 4

Setiap pria pasti rutin mengunjungi barber shop. Kecuali mereka yang memang ingin memiliki rambut gondrong. Hal yang sama juga berlaku untuk Mukidi tentunya. Ia rutin memangkas rambut sekaligus membersihkan jenggot dan kumis sekalian.

Suatu hari, ia sedang pergi ke suatu tempat dan melihat sebuah barber shop dengan eksterior yang menarik. Ia pun terpikir untuk mampir. Pikirnya, siapa tahu barber shop ini punya pelayanan yang lebih bagus dari barber shop langganannya. Ia pun melangkahkan kaki dengan percaya diri.

Saat memasuki barbershop, ia melihat interiornya juga tak kalah ciamik. Ia semakin yakin bahwa ia akan mendapatkan pelayanan bagus disana. Saat melirik ongkos cukur, Ia pun merasa bahwa uangnya cukup untuk membayar ongkos cukur tersebut karena ongkosnya sama dengan ongkos cukur di tukang pangkas langganannya.

“Selamat siang,” kata tukang cukur yang bernama pak Cukri itu.

“Selamat siang,” jawab Mukidi dengan ramah, karena ia melihat pak Cukri sangat ramah kepadanya.

“Mau potong rambut, pak?” tanya pak Cukri lagi.

“Ya, saya mau pangkas rambut dan cukur jenggot serta kumis sekalian ya, pak,” kata Mukidi lagi.

“Baiklah, silakan duduk,” sambung si tukang cukur yang ramah ini.

Setelah itu, proses pemangkasan rambut dimulai. Mukidi melihat pak Cukri adalah seseorang yang ahli. Hal ini terlihat dari caranya memangkas rambut yang cepat dan trampil. Proses pemangkasan rambut selesai dan akhirnya tibalah pada proses pencukuran.

Mukidi merasa proses pencukuran tidak terlalu mulus. Ia pun merasa tidak nyaman. Pak Cukri merasakan pula hal ini. Ia memberi saran kepada Mukidi.

“Coba masukkan bola golf ke mulut Anda. Lalu, tempatkan bola pada sisi yang akan dicukur,” saran pak Cukri.

Tanpa banyak tanya, Mukidi melakukan saran ini karena ia ingin segera pulang. Toh, ia juga merasa sangat nyaman dengan metode pencukuran yang belum pernah ia coba ini. Tetapi, ada satu hal yang ingin ia tanyakan kepada tukang cukur itu.

“Apa ada pelanggan yang tertelan bola golf ini pak?” tanya Mukidi

“Banyak. Biasanya mereka mengembalikan bola ini keesokan harinya,” jawab pak Cukri, enteng.