Murid Cerdik, Bu Guru Cuma Mendelik

Masa SMA adalah masa terindah. Setidaknya itulah yang terjadi dalam hidup saya. Banyak pengalaman dan peristiwa yang terjadi. Ada kisah senang, sedih, bahkan cerita lucu yang bikin ngakak.

Salah satu cerita lucu bikin ngakak yang pernah saya alami, terjadi saat masih kelas 2. Saya ingat saat itu waktu pelajaran Sejarah. Guru sejarah bernama Bu Laksmi, usia beliau sekitar 70 tahun.

Sudah jadi rahasia umum bagi para murid kalau Bu Laksmi suka pikun. Kadang beliau juga kurang memperhatikan tingkah siswa di kelas. Suatu kali Bu Laksmi tiba-tiba memberikan ulangan. Semua siswa terkejut. Nyatanya saat ulangan berlangsung, banyak kertas bertebaran. Lembar jawaban siswa di bangku depan tahu-tahu sudah ada di meja belakang. Bahkan beberapa murid dengan santainya membuka buku teks, mencari-cari jawaban. Bu Laksmi, entah cuek atau memang tidak melihat, tetap sibuk menulis di buku catatannya.

Cerita lucu bikin ngakak lainnya terjadi beberapa lama setelah ulangan di atas. Suatu hari sekolah mendapat berita duka, salah satu orang tua murid meninggal dunia pagi itu. Seperti biasa, jika ada keluarga sekolah yang meninggal, anggota OSIS mendatangi setiap kelas. Memberi pengumuman sekaligus meminta sumbangan untuk pihak yang terkena musibah.

Lima orang anggota OSIS sampai di kelas kami. Bu Laksmi menyuruh mereka masuk. Setelah menyampaikan berita, mereka berkeliling. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba seorang teman saya bernama Edo berinisiatif ikut membantu mengumpulkan donasi. Tidak ada yang menduga Edo berjiwa sosial tinggi. Apalagi Edo memang dikenal suka bolos sekolah.

Berbekal topi sekolah, dia mondar mandir dari bangku ke bangku. Setelah semua selesai berkeliling, Edo langsung berdiri di depan kelas untuk memimpin doa. Siswa lain tercengang melihat aksi Edo, tidak menyangka.

“Marilah kita bacakan surat Al Fatihah, bagi keluarga yang tertimpa musibah. Semoga arwah yang meninggal diterima dengan baik di sisi-Nya,” ucap Edo. Semua penghuni kelas menunduk dan berdoa. Beberapa saat kemudian, Edo mengakhirinya, “Selesai,” dan rombongan OSIS pun berpamitan pada Bu Laksmi untuk lanjut berkeliling. Pelajaran dilanjutkan kembali.

Setelah beberapa saat Bu Laksmi mengajar lagi, beberapa siswa mulai terdengar cekikikan. Bu Laksmi merasa terganggu dan langsung menegur, “Hei, ada apa itu kok cekakakan?” Teman saya menjawab, “Anu, Bu… si Edo diculik.” Apalah daya, Bu Laksmi yang melihat bangku Edo sudah kosong, cuma bisa geleng-geleng kepala. Pagi itu Edo pun raib, ikut menyelundup bersama anggota rombongan OSIS pengepul sumbangan dan melarikan diri dari kelas.

Kelakuan remaja SMA memang aneh-aneh. Ada-ada saja tingkah polah mereka yang lucu dan bikin ngakak. Tidak pernah luput dari ingatan. Meski berulang kali dibahas saat kumpul-kumpul alumni, cerita lucu tentang kenakalan mereka tetap saja membuat ngakak semua peserta reuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *